Selasa, 30 Desember 2014

Pengantar Bisnis (Bagian ke 11)

Perusahaan dan Lembaga Sosial
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Ø  Jenis-jenis Perusahaan
Jenis perusahaan berdasarkan lapangan usaha:
·        Perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengambilan kekayaan alam
·        Perusahaan agraris adalah perusahaan yang bekerja dengan cara mengolah lahan/ladang
·        Perusahaan industri adalah perusahaan yang menghasilkan barang mentah dan setengah jadi menjadi barang jadi atau meningkatkan nilai gunanya
·        Perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang bergerak dalam hal perdagangan
·        Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
Jenis perusahaan berdasarkan kepemilikan:
·        Perusahaan negara adalah perusahaan yang didirikan dan dimodali oleh negara
·        Perusahaan koperasi adalah perusahaan yang didirikan dan dimodali oleh anggotanya
·        Perusahaan swasta adalah perusahaan yang didirikan dan dimodali oleh sekelompok orang dari luar perusahaan
Ø  Unsur-unsur Perusahaan
·        Badan usaha
·        Kegiatan dalam bidang perekonomian
·        Terus menerus
·        Bersifat tetap
·        Terang-terangan
·        Keuntungan dan atau laba
·        Pembukuan
Lembaga Sosial
Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup. 

Ø  Fungsi lembaga sosial 

Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.

Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Meskipun demikian memperoleh laba bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Masih ada tujuan lain seperti memberikan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, prestise, pertimbangan politik, upaya pengabdian kepada masyarakat dan sebagainya.

Dengan demikian, yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup, dan tanggung jawab sosial. Lembaga sosial lebih menekankan prioritasnya pada tanggung jawab sosial. Sebaliknya, perusahaan berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Senin, 08 Desember 2014

Pengantar Bisnis (Bagian ke 10)

v  Tempat dan Kedudukan Perusahaan
Merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahaan akan memberikan bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan maupun dalam kaitannya dengan efisiensi biaya produksi. Dengan demikian, letak dan kedudukan perusahaan harus diputuskan dengan hati-hati atas dasar fakta yang lengkap, ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek teknis.
v  Tempat Kedudukan Perusahaan
Adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi  faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.
v  Letak Perusahaan
Adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efiseinsi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah :
§  Harga bahan mentah/bahan pembantu
§  Tingkat upah buruh
§  Tanah
§  Pajak
§  Tingkat bunga
§  Biaya alat produksi tahan lama
§  Biaya atas jasa pihak ketiga

v  Jenis-jenis Letak Perusahaan
Letak perusahaan dibedakan menjadi empat bagian yaitu :
·         Terikat keadaan alam
·         Terikat sejarah
·         Terikat oleh pemerintah
·         Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi

·         Terikat keadaan alam : Letak perusahaan yang terikat alam pada umumnya karena ketersedian dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan –bahan tambang pada umumnya terletak di daerahfaktor produksi alamnya, seperti timah, emas, minyak bumi, dan sebagainya.

·         Terikat Sejarah : Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Sebagai contoh, perusahaan batik banyak didirikan di Solo dan Yogyakarta.

·         Letak Perusahaan yang ditentukan Perusahaan : Dalam hal ini pemerintahlah yang berhak menentukan dimana perusahaan menjalankan aktivitasnya. Ditentukan berdasarkan pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya.


·         Letak Perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi : Pada umumnya jenis perusahaan ini bersifat industri. Disini ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan. Faktor-faktor yang berpengaruh penting dalam kaitannya dengan pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri adalah kedekatan dan ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, kemudahan transportasi serta kedekatan pasar, dan kesesuaian iklim.

Rabu, 03 Desember 2014

Pengantar Bisnis (Bagian ke 9)

Kesempatan Bisnis/Usaha
Dalam dunia bisnis, setiap peluang dan kesempatan yang datang haruslah dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat menghasilkan sebuah keuntungan. Baik dari segi financial maupun juga dari konektivitas yang terjalin dengan rekan bisnis lainnya. Namun untuk menciptakan peluang bisnis juga dibutuhkan keinginan yang kuat serta kreativitas yang tinggi untuk menjalankan bisnis yang digeluti.
Unsur-unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi
·         Keinginan Manusia
Keinginan manusia merupakan unsur terpenting dalam aktivitas manusia karena memiliki keinginan yang dapat membuat mereka berpikir keras untuk memenuhi keinginan tersebut.Seperti keinginan untuk berhasil di dunia bisnis. Manusia akan mencari cara agar produk yang mereka ciptakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Manusia akan mencari cara bagaimana agar suatu produk yang ia buat dapat diterima dengan baik dikalangan masyarakat.
Dilihat dari segi Kebutuhan Keinginan manusia dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
·         Keinginan Pokok, adalah suatu keinginan yang harus segera dipenuhi dan merupakan suatu kebutuhan utama. Contoh : Makanan dan minuman, pakaian tempat tinggal. Sering disebut sandang,pangan,dan papan.
·         Keinginan Tambahan, adalah keinginan selain keinginan pokok. Contoh : Handphone, Mobil, Motor, dan benda lainnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, peradaban, kebudayaan, ilmu dan juga teknologi sekarang keinginan manusia semakin bertambah besar dan luas. Tidak hanya keinginan pokok tetapi keinginan tambahan juga ikut bertambah dan beragam.
·         Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan suatu nilai yang memiliki potensi atau unsur dalam suatu kehidupan. Sumber daya dapat berubah dan juga menghilang. Sumber daya juga merupakan hal terpenting dalam aktivitas ekonomi, karena meruakan kunci dalam memperoleh kesuksesan dalam bidang ekonomi. Sumber daya ada yang telah disediakan oleh alam juga yang dibuat oleh manusia itu sendiri.
·         Cara-cara Berproduksi

Cara pembuatan barang pada umumnya berada di luar bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang dan atau jasa-jasa apa yang harus di produksi, berapa banyak barang atau jasa yang harus diproduksi dan cara-cara mana yang di gunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut sehingga mencapai pembiayaan yang minimal. Hal tersebut adalah termasuk bidang ekonomi dan merupakan pesoalan-persoalan yang harus diperhatikan oleh ahli-ahli dalam bidang ekonomi.

Kamis, 27 November 2014

Pengantar Bisnis (Bagian ke 8)

Pengertian Pasar
Pasar secara umum diartikan sebagai tempat penjual menawarkan barang atau jasa sesuai taksiran harga penjual serta pembeli mendapatkan barang atau jasa sesuai dengan taksiran harga pembeli. Pengertian pasar dalam ilmu ekonomi lebih konseptual, yakni bertemunya permintaan dan penawaran. Dengan demikian sebuah pasar tidak harus dikaitkan dengan suatu tempat.

Fungsi Pasar
Dalam kehidupan sehari-hari, pasar tentunya sangat penting. Karena pasar memiliki fungsi sebagai berikut.
1.      Pembentukan Nilai Harga
Pasar berfungsi untuk pembentukan harga (nilai) karena pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang kemudian saling menawar dan akhirnya membuat kesepakatan suatu harga. Harga atau nilai ini merupakan suatu hasil dari proses jual beli yang dilakukan di pasar.
2.      Pendistribusian
Pasar mempermudah produsen untuk mendistribusikan barang dengan para konsumen secara langsung. Pendistribusian barang dari produsen ke konsumen akan berjalan lancar apabila pasar berfungsi dengan baik.
3.      Promosi
Pasar merupakan tempat yang paling cocok bagi produsen untuk memperkenalkan (mempromosikan) produk-produknya kepada konsumen. Karena pasar akan selalu dikunjungi oleh banyak orang, meskipun tidak diundang.

Menurut jenisnya pasar dibagi atas pasar konkret dan pasar abstrak.
1.      Pasar konkret
Pasar konkret adalah suatu pasar tempat pembeli dan penjual bertemu secara langsung untuk mengadakan transaksi jual beli barang atau jasa.
2.      Pasar abstrak
Dalam pasar abstrak penjual dan pembeli dapat bertemu secara langsung atau tidak langsung, dan barang yang ditawarkannya pun hanya berupa contoh. Transaksi jual beli dapat dilakukan melalui alat komunikasi seperti, telepon, teleks, dan surat. Contoh dari pasar abstrak, di antaranya, pasar (bursa) surat berharga, saham, bursa valuta asing, pasar uang, dan pasar modal.

Menurut luas pemasarannya, pasar dibagi ke dalam empat jenis pasar, yaitu sebagai berikut.
1.      Pasal lokal
Pasar lokal adalah pasar yang menjual barang-barang untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Misalnya, pasar sayuran, pasar bunga, dan pasar ikan.
2.      Pasar daerah
Pasar daerah adalah pasar yang menjual hasil produksi pada daerah tertentu. Biasanya dalam pasar ini berkumpul para pedagang menengah yang melayani pedagang-pedagang kecil atau eceran. Misalnya, pasar sepatu di Cibaduyut.
3.      Pasar nasional
Pasar nasional adalah pasar yang memperdagangkan barang-barang yang konsumennya meliputi seluruh wilayah negara. Misalnya, pasar modal, bursa efek, dan bursa tenaga kerja.
4.      Pasar internasional
Pasar internasional adalah pasar yang yang memperdagangkan barang-barang yang konsumennya meliputi dunia internasional. Misalnya, pasar internasional karet di Singapura, pasar wol di Sidney, pasar kopi di Santos (Brazil), dan pasar gandum di Kanada.

Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.

Konsep Pemasaran
Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran. Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu:
1. Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen/ pasar.
2. Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.
3. Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.


Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Ini berbeda dengan konsep penjualan yang menitikberatkan pada keinginan perusahaan.

Senin, 24 November 2014

Pengantar Bisnis (Bagian ke 7)

Mengapa Kita Perlu Belajar Bisnis ?
Bisnis adalah usaha untuk menjual suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekolompok orang atau pun organsasi kepada konsumen dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba. Bisnis sangat berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Karena hampir setiap hari kita melakukannya. Jika kita pandai dalam berbisnis atau menjual suatu barang maka otomatis kita juga akan memperoleh keuntungan. Jika kita memperoleh keuntungan contohnya seperti uang. Dan jika mendapat uang, maka bisa kita gunakan untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari kita.
            Kebutuhan hidup dan keinginan manusia terhadap segala sesuatu baik barang maupun jasa yang menjadikan alasan utama mengapa bisnis itu ada dan mengapa ilmu bisnis itu di perlukan bagi setiap orang. Pengetahuan dalam berbisnis merupakan salah satu modal yang harus dimiliki setiap individu guna memperlengkap kemampuan-kemampuan mereka dalam menghadapi era globalisasi. Oleh karena itu para pembisnis harus banyak belajar guna mempersiapkan diri menghadapi persaingan bisnis di era globalisasi ini yang semakin berat.


Hakikat Bisnis
Ø     Hakikat Bisnis adalah Kebutuhan Manusia yang berupa barang dan jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.

Ø     Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.

Seorang bisnisman atau wirausahawan akan melihat kebutuhan masyarakat lingkungannya.Upaya ini merupakan proses mengidentifikasi potensi bisnis, bahkan dalam hal ini biasanya diikuti dengan perkiraan atau antisipasi atas pertumbuhan potensi pasar tersebut di masa datang. Disamping itu juga akan memperhitungkan adanya persaingan yang timbul dari pengusaha lain yang juga bergerak dalam melayani kebutuhan pasar yang sejenis. Disisi lain pengusaha haruslah memikirkan tersedianya sumber daya serta sumber dana besrta dengan cara yang sebaik-baiknya guna melayani kebutuhan pasar.

Minggu, 23 November 2014

Pengantar Bisnis (Bagian ke 6)

Tujuan Kebijakan Bisnis
1.      Melindungi lingkungan hidup sekitarnya
Melakukan suatu usaha atau bisnis harus memiliki aturan. Aturan tersebut bertujuan untuk tidak merusak atau meminimalisir dampak negative yang dapat saja terjadi kepada lingkungan hidup sekitar wilayah usaha tersebut. Contohnya, tidak dibenarkan membuang limbah pabrik ke tempat yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitar. Dengan adanya kebijakan ini, para pembisnis dapat meminimalisasikan dampak negatif yang berimbas kepada penduduk dan lingkungan sekitarnya.

2.      Melindungi usaha kecil dan menengah
Kebijakan ini dibuat untuk melindungi usaha  kecil dan menengah karena mayoritas bisnis di Negara kita di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini untuk mencegah usaha kecil tersebut tersingkir atau tidak memiliki lahan untuk melakukan usaha.Padahal sebenarnya justru usaha-usaha kecil inilah yang perlu dikembangankan sehingga dapat menjadi lebih besar dan memiliki nilai saing.

3.      Melindungi Konsumen
Bisnis adalah suatu usaha yang harus mementingkan pelayanan kepada konsumen. Karena dalam bisnis konsumen merupakan raja yang perlu dilindungi. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik sehingga dapat memuaskan keinginan atau permintaan dari konsumen tersebut. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan oleh barang atau jasa dari pembisnis tersebut. Jika konsumen merasa dilindungi dan terpenuhi keinginannya dari para pembisnis tersebut, maka konsumen tidak akan segan-segan untuk bekerja sama kembali.

4.      Pendapatan Pemerintah
Banyaknya bisnis yang beroperasi di Negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan tersendiri bagi Negara kita. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering disebut dengan devisa. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh dari suatu usaha atau bisnis, maka semakin besar pula pemilik usaha tersebut harus membayar pajak Negara begitu pula sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk meakukan pebangunan di tiap-tiap wilayah di Negara kita ini.


Pengertian dan Jenis-Jenis Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi merupakan sekumpulan unsur atau komponen ekonomi yang saling berhubungan dalam masyarakat. Komponen-komponen tersebut adalah lembaga dan dengan segala aktivitas ekonominya yang berada di masyarakat. Secara umum, sistem perekonomian yang dianut oleh setiap negara digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut.
1.      Sistem ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat. Dalam bidang produksi, biasanya mereka hanya memproduksi untuk diri sendiri saja. Oleh karena itu, sistem ekonomi tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi yang semakin berkembang.
Terdapat beberapa ciri sistem ekonomi tradisional sebagai berikut:
a.      aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan;
b.      kehidupan masyarakatnya sangat sederhana;
c.      kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan;
d.      teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana.
2.      Sistem Ekonomi Sosialis atau Komando
Sistem ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis atau terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai kegiatan ekonomi sangat dominan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan ciri-ciri sistem perekonomian komando adalah sebagai berikut:
a.       semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat;
b.      kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara;
c.       semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau pihak swasta tidak diakui.
3.      Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ekonomi pasar sering juga disebut sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengolahan dan pemanfaatan sumber daya di dalam perekonomian yang dilakukan oleh individu dan terbebas dari campur tangan pemerintah. Jadi, sistem ekonomi pasar sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi komando.
Terdapat beberapa ciri sistem perekonomian pasar, di antaranya sebagai berikut:
a.       setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi;
b.      perekonomian diatur oleh mekanisme pasar;
c.       peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi;
d.      peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil;
e.        hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh negara.
4.      Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang lahir sebagai alternatif dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi campuran ini mengambil kelebihan dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan organisasi ekonomi sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat.
Terdapat beberapa ciri sistem ekonomi campuran, di antaranya sebagai berikut:
a.       hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembetasan dari pemerintah;
b.      kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya;
c.       kepentingan umum lebih diutamakan;

d.      campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Kamis, 20 November 2014

Pengantar Bisnis (Bagian ke 5)

Pengertian Perusahaan 
Perusahaan adalah suatu lembaga yang diorganisasikan dan dijalankan untuk menyediakan barang atau jasa untuk masyarakat dengan motif atau insentif keuntungan. Selain sebagai suatu lembaga, perusahaan juga merupakan suatu wadah yang diorganisasikan, didirikan dan diterima dalam tata kehidupan masyarakat. Para pengusaha harus berani menanggung risiko. Artinya, sebagai tujuan bersama dari setiap perusahaan adalah berusaha memperoleh laba berdasarkan rentabilitas.
Terdapat tiga jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba, yaitu: perusahaan manufaktur (manufacturing), perusahaan dagang (merchandising), dan perusahaan jasa (service). Setiap jenis perusahaan ini mempunyai ciri-ciri masing-masing, yaitu:
  • Perusahaan manufaktur (manufacturing business): mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada masing-masing pelanggan. Contoh perusahaan manufaktur: Honda, Intel, Nike, Sony, dan lainnya.
  • Perusahaan dagang (merchandising business): menjual produk ke pelanggan, namun produknya tidak diproduksi sendiri, melainkan membelinya dari perusahaan lain. Dengan kata lain, perusahaan dagang mempertemukan produk dengan pembeli. Contoh perusahaan dagang: Electronic City, Amazon.com, dan lainnya.
  • Perusahaan jasa (services business): menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan. Contoh perusahaan jasa: Garuda Indonesia, Telkomsel, dan lainnya.
Defenisi Perusahaan menurut ketentuan tersebut memuat dua unsur pokok, yaitu :
1.      Bentuk usaha (company) yang berupa organisasi atau badan usaha yang didirikan bekerja dan berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia.
2.      Jenis usaha (business) yang berupa kegiatan dalam bidang perekonomian (perindustrian, perdagangan, perjasaan, pembiayaan) dijalankan oleh badan usaha secara terus menerus.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur perusahaan sebagai berikut :
1.      Badan usaha. Perusahaan memiliki bentuk tertentu, baik yang berupa badan hukum maupun yang bukan badan hukum. Contohnya Perusahaan dagang, firma, Persekutuan Komanditer, Perseoran terbatas, Perusahaan umum, Perusahaan perseroan dan koperasi.
2.      Kegiatan dalam bidang perekonomian, meliputi bidang perindustrian, perdagangan, perjasaan, dan pembiayaan.
3.      Terus-menerus. Adalah kegiatan usaha yang dilakukan sebagai mata pencarian, tindak insidental dan bukan pekerjaan sambilan.
4.      Bersifat tetap. Adalah kegiatan usaha yang dilaksanakan tidak berubah atau berganti dalam waktu singkat, tetapi untuk jangka waktu yang lama.
5.      Terang-terangan, berarti kegiatan usaha ditujukan kepada dan diketahui oleh umu, bebas berhubungan dengan pihak lain, diakui dan dibenarkan oleh pemerintah undang-undang.
6.      Keuntungan dan atau laba, berarti tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan dan atau laba.
7.      Pembukuan, ialah perusahaan wajib untuk menyelenggarakan pencatatan mengenai kewajiban dan hak yang berkaitan dengan kegiatan usahanya.